assalamualaikum

Ibnu Shayyad dikira Dajjal

عَنْ عَبْدِاللهِ قَالَ:
كُنَّا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم. فَمَرَرْنَا بِصِبْيَانِ فِيْهِمْ اِبْنُ صَيَّادٍ. فَفَرَّ الصِّبْيَانُ وَجَلَسَ اِبْنُ صَيَّادٍ. فَكَأَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَرَهَ ذَلِكَ. فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم : تَرِبَتْ يَدَاكَ. أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُوْلَ اللهِ؟. فَقَالَ: لاَ. بَلْ تَشْهَدُ أَنِّي رَسُوْلَ اللهِ. فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: ذَرْنِي. يَا رَسُوْلَ اللهِ! حَتَّى أَقْتُلُهُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنْ يَكُنِ الَّذِي تَرَى، فَلَنْ تَسْتَطِيْعَ قَتْلَهُ

Hadits riwayat Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :
Kami bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan kami bertemu dengan beberapa orang anak-anak, mereka bersama Ibnu Shayyad, anak-anak tadi lari semuanya dan Ibnu Shayyad tetap duduk. Sepertinya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam kurang menyukai hal tersebut. Maka Nabi berkata kepadanya : Kiranya engkau beruntung! Adakah engkau mengakui, bahwa aku adalah Rasulullah? Jawabnya: Tidak! Melainkan engkau yang harus mengakui bahwa aku Rasulullah. Lalu Umar bin Khattab berkata: Biarkan aku Ya Rasulullah membunuhnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menjawab: Kalau seandainya dia benar apa yang engkau duga, tentu engkau tidak akan bisa membunuhnya.

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ؛
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ اِنْطَلَقَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي رَهْطٍ قِبَلَ ابْنِ صَيَّادٍ حَتَّى وَجَدَهُ يَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ عِنْدَ أُطُمِ بَنِي مَغَالَةَ. وَقَدْ قَارَبَ اِبْنَ صَيَّادٍ، يَوْمَئِذٍ، اَلْحِلْمَ. فَلَمْ يَشْعُرْ حَتَّى ضَرَبَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ظَهْرَهُ بِيَدِهِ. ثُمَّ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ِلاِبْنِ صَيَّادٍ : أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُوْلُ اللهِ؟. فَنَظَرَ إِلَيْهِ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُوْلُ اْلأُمِّيِّيْنَ. فَقَالَ اِبْنُ صَيَّادٍ لِرَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُوْلُ اللهِ؟ فَرَفَضَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَقَالَ : آمَنْتُ بِاللهِ وَبِرُسُلِهِ. ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : مَاذَا تَرَى؟. قَالَ اِبْنُ صَيَّادٍ: يَأْتِيْنِي صَادِقٌ وَكَذَّابٌ. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : خَلَطَ عَلَيْكَ اْلأَمْرُ. ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنِّي قَدْ خَبَأْتُ لَكَ خَبِيْئًا. فَقَالَ اِبْنُ صَيَّادٍ : هُوَ الدُّخُ. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اَخْسَأُ. فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ. فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: ذَرْنِي. يَا رَسُوْلَ اللهِ! أَضْرِبُ عُنُقَهُ. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنْ يَكُنْهُ فَلَنْ تُسَلِّطَ عَلَيْهِ. وَإِنْ لَمْ يَكُنْهُ فَلاَ خَيْرَ لَكَ فِي قَتْلِهِ
وَقَالَ سَالِمُ بْنُ عَبْدِاللهِ: سَمِعْتُ عَبْدَاللهِ بْنِ عُمَرَ يَقُوْلُ:
اِنْطَلَقَ بَعْدَ ذَلِكَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ اَْلأَنْصَارِيُّ إِلَى النَّخْلِ الَّتِي فِيْهَا اِبْنُ صَيَّادٍ. حَتَّى إِذَا دَخَلَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اَلنَّخْلَ، طَفَقَ يَتَّقِي بِجُذُوْعِ النَّخْلِ. وَهُوَ يَخْتَلُ أَنْ يَسْمَعَ مِنْ اِبْنِ صَيَّادٍ شَيْئًا، قِبَلَ أَنْ يَرَاهُ اِبْنُ صَيَّادٍ. فَرَآهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ مُضْطَجِعٌ عَلَى فِرَاشٍ فِي قَطِيْفَةٍ، لَهُ فِيْهَا زَمْزَمَةٌ. فَرَأَتْ أَمُّ ابْنِ صَيَّادٍ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يَتَّقِي بِجُذُوْعِ النَّخْلِ. فَقَالَتْ ِلاِبْنِ صَيَّادٍ: يَا صَافُ! (وَهُوَ اِسْمُ اِبْنُ صَيَّادٍ) هَذَا مُحَمَّدٌ. فَثَارَ اِبْنُ صَيَّادٍ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لَوْ تَرَكَتْهُ بَيَّنَ.
قَالَ سَالِمٌ: قَالَ عَبْدُاللهِ بْنِ عُمَرَ:
فَقَامَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ. ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ: إِنِّي َلأُنْذِرُكُمُوْهُ. مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ. لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ. وَلَكِنْ أَقُوْلُ لَكُمْ فِيْهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلُّهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ. تَعْلَمُوْا أَنَّهُ أَعْوَرَ. وَأَنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ
Hadits riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma :
Bahwa Umar bin Khathab pergi bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dalam suatu rombongan menuju tempat Ibnu Shayyad dan menjumpainya sedang bermain dengan anak-anak kecil di dekat gedung Bani Maghalah, sedangkan pada waktu itu Ibnu Shayyad sudah mendekati usia balig. Ia tidak merasa kalau ada Nabi Shallallahu alaihi wassalam sehingga beliau menepuk punggungnya lalu Nabi berkata kepada Ibnu Shayyad: Apakah kamu bersaksi bahwa aku ini utusan Allah? Ibnu Shayyad memandang beliau lalu berkata: Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang yang buta huruf. Lalu Ibnu Shayyad balik bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam: Apakah engkau bersaksi bahwa aku utusan Allah? Beliau menolaknya dan bersabda: Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya. Kemudian Rasulullah berkata kepadanya: Apa yang kamu lihat? Ibnu Shayyad berkata: Aku didatangi orang yang jujur dan pendusta. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Perkara ini telah menjadi kabur bagimu. Lalu Rasulullah melanjutkan: Aku menyembunyikan sesuatu untukmu. Ibnu Shayyad berkata: Asap. Beliau bersabda: Pergilah kau orang yang hina! Kamu tidak akan melewati derajatmu! Umar bin Khathab berkata: Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya! Beliau bersabda: Kalau dia Dajjal, dia tidak akan dapat dikalahkan, kalau bukan maka tidak ada baiknya kamu membunuh dia. Salim bin Abdullah berkata: Aku mendengar Abdullah bin Umar berkata: Sesudah demikian, Rasulullah dan Ubay bin Kaab Al-Anshari pergi menuju ke kebun korma di mana terdapat Ibnu Shayyad. Setelah masuk ke kebun beliau segera berlindung di balik batang pohon korma mencari kelengahan untuk mendengarkan sesuatu yang dikatakan Ibnu Shayyad sebelum Ibnu Shayyad melihat beliau. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dapat melihat ia sedang berbaring di atas tikar kasar sambil mengeluarkan suara yang tidak dapat dipahami. Tiba-tiba ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam yang sedang bersembunyi di balik batang pohon korma lalu menyapa Ibnu Shayyad: Hai Shaaf, (nama panggilan Ibnu Shayyad), ini ada Muhammad! Lalu bangunlah Ibnu Shayyad. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Seandainya ibunya membiarkannya, maka akan jelaslah perkara dia. Diceritakan oleh Salim, bahwa Abdullah bin Umar berkata: Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berdiri di tengah-tengah orang banyak lalu memuji Allah dengan apa yang layak bagi-Nya kemudian menyebut Dajjal seraya bersabda: Sungguh aku peringatkan kamu darinya dan tiada seorang nabi pun kecuali pasti memperingatkan kaumnya dari Dajjal tersebut. Nabi Nuh as. telah memperingatkan kaumnya, tetapi aku terangkan kepadamu sesuatu yang belum pernah diterangkan nabi-nabi kepada kaumnya. Ketahuilah, Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Allah Maha Suci lagi Maha Luhur tidak buta

Advertisements
Standard

assalamualaikum

Sepuluh Tanda Kiamat

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيْدِ الْغِفَّارِي قَالَ:
اِطَّلَعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ. فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُوْنَ؟ قَالُوْا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ : إِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ. فَذَكَرَ الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُوْلَ عِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ صلى الله عليه وسلم، وَيَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ. وَثَلاَثَةَ خُسُوْفٍ: خُسُفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخُسُفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخُسُفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ. وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ، تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :
Nabi Shalallallahu alaihi wassalam datang kepada kami dan kami sedang memperbincangkan sesuatu. Nabi bertanya: “Apakah yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab : “Kami memperbincangkan hal kiamat.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya. Lalu beliau menyebut: Asap (kabut), Dajjal , binatang besar, matahari terbit dari tempat terbenamnya, turunnya Isa anak Maryam Shallallahu alaihi wassalam, ya’juj ma’juj, tiga kali gerhana: sekali ditimur, sekali dibarat, sekali dijazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari negeri Yaman menghalau orang banyak ketempat mereka berkumpul.

Standard

assalamualaikum

Kejadian-Kejadian Sebelum Datang Hari Kiamat
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيْمَتَانِ. وَتَكُوْنُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيْمَةٌ. وَدَعْوَاهُمَا وَاحِدَةٌ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ. قَالُوْا: وَمَا الْهَرَجُ؟ يَا رَسُوْلَ اللهِ! قَالَ: اَلْقَتْلُ. اَلْقَتْلُ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah banyak peristiwa haraj. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah haraj itu? Beliau menjawab: Pembunuhan, pembunuhan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُحْسِرُ الْفُرَّاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ. يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ. فَيَقْتُلُ مِن كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ. وَيَقُوْلُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُوْنُ أَنَا الَّذِي أَنْجُوْ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجُ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ، تُضِئُ أَعْنَاقَ اْلإِبِلِ بِبُصْرى
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum api muncul dari tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di Basrah.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَضْطَرِبَ أَلْيَاتُ نِسَاءِ دَوْسٍ. حَوْلَ ذِي الْخَلَصَةِ.
وَكَانَتْ صَنَمًا تَعْبُدُهَا دَوْسٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ بِتَبَالَةَ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum pinggul-pinggul kaum wanita suku Daus bergoyang di sekeliling Dzul Khalashah, yaitu sebuah berhala yang disembah suku Daus di Tabalah pada zaman jahiliah
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرُّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُوْلُ: يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: Alangkah senangnya bila aku menempati tempatnya!.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ يَسُوْقُ النَّاسُ بِعَصَاهُ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seorang lelaki muncul dari Qahthan menggiring manusia dengan tongkatnya
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوْا قَوْمًا كَأَنَّ وُجُوْهَهُمُ الْمَجَانُ الْمُطْرِقَةُ. وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوْا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعْرُ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian memerangi suatu kaum yang wajahnya seperti perisai dan kiamat tidak akan tiba sebelum kalian memerangi suatu kaum yang sandalnya terbuat dari bulu
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : قَدْ مَاتَ كِسْرَى فَلاَ كِسْرَى بَعْدَهُ. وَإِذَا هَلَكَ قَيْصَرُ فَلاَ قَيْصَرَ بَعْدَهُ. وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ! لَتُنْفَقَنَّ كُنُوْزُهُمَا فِي سَبِيْلِ اللهِ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya Kisra (Raja Persia) telah meninggal maka tiada lagi Kisra setelahnya. Apabila seorang Kaisar (Raja Romawi) meninggal, maka tiada lagi kaisar setelahnya. Demi Tuhan yang diriku didalam kekuasanNya, sesungguhnya perbendaharaan keduanya akan dibelanjakan (diinfaqkan) di jalan Allah.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلُ الْمُسْلِمُوْنَ الْيَهُوْدَ. فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُوْنَ. حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُوْدُ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ. فَيَقُوْلُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ! يَا عَبْدَاللهِ! هَذَا يَهُوْدِي خَلْفِي. فَتَعَالِ فَاقْتُلْهُ. إِلاَّ الْغَرْقَدُ. فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُوْدِ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi
عَنِ ابْنِ عُمَرَ،
عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لَتُقَاتِلَنَّ الْيَهُوْدَ. فَلَنُقَتِّلَنَّهُمْ حَتىَّ يَقُوْلَ الْحَجَرُ: يَا مُسْلِمُ! هَذَا يَهُوْدِيٌّ. فَتَعَالِ فَاقْتُلْهُ
Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،
عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُوْنَ كَذَّابُوْنَ قَرِيْبٌ مِنْ ثَلاَثِيْنَ. كُلُّهُمْ يَزْعَمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah

Standard

assalamualaikum

Pembunuh dan Yang Terbunuh Masuk Neraka
عَنْ أَبِي بَكْرَةَ
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِذَا تَوَاجَهَ الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفِيْهِمَا، فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ فِي النَّارِ. قَالَ: فَقُلْتُ، أَوْ قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! هَذَا الْقَاتِلُ. فَمَا بَالُ الْمَقْتُوْلُ؟ قَالَ: إِنَّهُ قَدْ أَرَادَ قَتْلَ صَاحِبِهِ
Hadits riwayat Abu Bakrah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah, kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh saudaranya.

Standard

assalamualaikum

Turunnya fitnah bagaikan turunnya air hujan

عَنْ أُسَامَةَ؛
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَشْرَفَ عَلَى أُطُمٍ مِنْ آطَامِ الْمَدِيْنَةِ. ثُمَّ قَالَ: هَلْ تَرَوْنَ مَا أَرَى؟ إِنِّي َلأَرَى مَوَاقِعَ الْفِتَنِ خَلاَلَ بُيُوْتِكُمْ، كَمَوَاقِعِ الْقَطْرِ

Hadits riwayat Usamah Radhiyallahu’anhu :
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam menaiki salah satu bangunan tinggi di Madinah, kemudian beliau bersabda: Apakah kalian melihat apa yang aku lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di antara rumah-rumahmu bagaikan tempat turunnya air hujan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: سَتَكُوْنُ فِتَنٌ، اَلْقَاعِدُ فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي. مَنْ تَشَرَّفَ لَهَا تَسْتَشْرِفُهُ. وَمَنْ وَجَدَ فِيْهَا مَلْجَأً فَلْيَعُذْ بِهِ
Hadtis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Akan terjadi fitnah di mana orang yang duduk (menghindar dari fitnah itu) lebih baik daripada yang berdiri dan orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan dan orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari (yang terlibat dalam fitnah). Orang yang mendekatinya akan dibinasakan. Barang siapa yang mendapatkan tempat berlindung darinya, hendaklah ia berlindung.

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتَنٌ. أَلاَ ثُمَّ تَكُوْنُ فِتْنَةٌ اَلْقَاعِدُ فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي فِيْهَا. وَالْمَاشِي فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي إِلَيْهَا. أَلاَ، فَإِذَا نَزَلَتْ أَوْ وَقَعَتْ، فَمَنْ كَانَ لَهُ إِبِلٌ فَلْيَلْحَقْ بِإِبِلِهِ. وَمَنْ كَانَتْ لَهُ غَنَمٌ فَلْيَلْحَقْ بِغَنَمِهِ. وَمَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَلْحَقْ بِأَرْضِهِ. قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! أَرَأَيْتَ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ إِبِلٌ وَلاَ غَنَمٌ وَلاَ أَرْضٌ؟ قَالَ: يَعْمِدُ إِلَى سَيْفِهِ فَيَدُقُّ عَلَى حَدِّهِ بِحَجَرٍ. ثُمَّ لَيُنْجِ إِنِ اسْتَطَاعَ النَّجَاءَ. اَللّهُمَّ! هَلْ بَلَّغْتُ؟ اَللّهُمَّ! هَلْ بَلَّغْتُ؟ اَللّهُمَّ! هَلْ بَلَّغْتُ؟. قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! أَرَأَيْتَ إِنْ أُكْرِهْتُ حَتَّى يُنْطَلَقَ بِي إِلَى أَحَدِ الصَّفَّيْنِ، أَوْ إِحْدَى الْفِئَتَيْنِ، فَضَرَبَنِي رَجُلٌ بِسَيْفِهِ، أَوْ يَجِئُ سَهْمٌ فَيَقْتُلُنِي؟ قَالَ: يَبُوْءُ بِإِثْمِهِ وَإِثْمِكَ. وَيَكُوْنُ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
Hadtis riwayat Abu Bakrah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya akan terjadi beberapa fitnah (kekacauan). Ketahuilah sesudah itu terjadi pula fitnah. Orang yang duduk dimasa fitnah tersebut lebih baik dari pada orang yang berjalan kepadanya. Orang yang berjalan lebih baik baik daripada orang yang berlari kepadanya. Ketahuilah, apabila fitnah itu telah terjadi, maka barang siapa yang mempunyai onta hendaklah dia menghubungi ontanya dan siapa yang mempunyai kambing hendaklah dia menghubungi kambingnya dan barang siapa mempunyai tanah hendaklah menghubungi tanahnya! Seorang laki-laki bertanya: Ya Rasulullah!, Bagaimana pendapatmu tentang orang yang tidak mempunyai onta, kambing dan tanah? Beliau menjawab: Diambilnya pedang lalu diasahlah pedangnya dengan batu. Kemudian dia menyelamatkan dirinya kalau bias selamat. Ya Allah! Telah kusampaikan, Ya Allah! Telah kusampaikan, Ya Allah! Telah kusampaikan. Seorang laki-laki bertanya: Ya Rasulullah! Bagaimana jika sekiranya saya dipaksa sehingga saya terlibat kepada salah satu dua barisan yang bertentangan, atau salah satu golongan, lalu seorang laki-laki memukulkan pedangnya padaku atau datang panah membunuh saya? Beliau menjawab : Orang itu akan kembali membawa dosanya dan menanggung dosamu dan dia menjadi isi neraka.

Standard

Assalamualaikum

Pembenaman tentara yang menyerbu Ka’bah
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ:
عَبَثَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي مَنَامِهِ. فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! صَنَعْتَ شَيْئًا فِي مَنَامِكَ لَمْ تَكُنْ تَفْعَلُهُ. فَقَالَ: اَلْعَجَبُ إِنَّ نَاسًا مِنْ أُمَّتِي يَؤُمُوْنَ بِالْبَيْتِ بِرَجُلٍ مِنْ قُرَيْشٍ. قَدْ لَجَأَ بِالْبَيْتِ. حَتَّى إِذَا كَانُوْا بِالْبَيْدَاءِ خُسِفَ بِهِمْ. فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! إِنَّ الطَّرِيْقَ قَدْ يَجْمَعُ النَّاسُ. قَالَ: نَعَمْ. فِيْهِمْ اَلْمُسْتَبْصِرُ وَالْمَجْبُوْرُ وَابْنُ السَّبِيْلِ. يَهْلَكُوْنَ مُهْلِكًا وَاحِدًا. وَيَصْدُرُوْنَ مُصَادِرَ شَتَى. يُبْعِثُهُمُ اللهُ عَلَى نِيَاتِهِمْ
Hadits riwayat Aisyah, ia berkata Radhiyallahu’anhu :
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bergerak-gerak di dalam tidurnya, maka kami bertanya: Wahai Rasulullah, ketika engkau tidur, engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan? Beliau menjawab: Mengherankan! Ada sekelompok manusia dari umatku yang datang menuju Baitullah karena seorang lelaki Quraisy yang berlindung di Baitullah, sehingga ketika mereka telah tiba di suatu padang sahara mereka dibenamkan. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, di jalan itu banyak berkumpul manusia? Beliau menjawab: Benar! Di antara mereka terdapat orang yang pintar, orang yang terpaksa dan ada juga orang yang dalam perjalanan mereka seluruhnya binasa dalam satu waktu lalu mereka akan dibangkitkan oleh Allah di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan niat mereka

Standard

Tibanya fitnah dan terbukanya dinding Ya’juj dan Ma’juj

عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ؛
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اِسْتَيْقَظَ مِنْ نَوْمِهِ وَهُوَ يَقُوْلُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرِّ قَدْ اِقْتَرَبَ. فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مِثْلَ هَذِهِ. وَعَقَدَ سُفْيَانُ بِيَدِهِ عَشْرَةً. قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! أَنَهْلِكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ: نَعَمْ. إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ

Hadits riwayat Zainab binti Jahsy Radhiyallahu’anha:
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka sebesar ini. Dan Sufyan (perawi Hadits ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،
عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: فُتِحَ اَلْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مِثْلَ هَذِهِ. وَعَقَدَ وُهَيْبُ بِيَدِهِ تِسْعِيْنَ

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Hari ini dinding Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka sebesar ini. Wuhaib (perawi Hadits) melingkarkan jarinya membentuk angka sembilan puluh (menekuk jari telunjuk sampai ke pangkal ibu jari).

Standard